HOME

Tuesday, August 22, 2017

DESAIN UNTUK PROSES MANUFAKTUR

BAB IX
DESAIN UNTUK PROSES MANUFAKTUR


9.1         Design For Manufacturing (DFM)

Design for manufacturing (DFM) adalah suatu praktek pengembangan produk yang menekankan pada hal-hal yang berhubungan dengan manufacturing. DFM dimulai selama tahap pengembangan konsep, sewaktu fungsi-fungsi dan spesifikasi produk ditetapkan. Ketika melakukan pemilihan konsep, biaya merupakan kriteria dalam mengambil keputusan, walaupun perkiraan biaya masih subjektif. Selama tahap perancangan tingkat sistem, tim membuat keputusan mengenai bagaimana menguraikan produk menjadi komponen komponen terpisah, berdasarkan biaya yang diharapkan dan implikasi kerumitan proses manufaktur. Pada tahap perancangan detail perkiraan biaya yang akurat dapat diperoleh. Secara ekonomis rancangan yang berhasil adalah tergantung dari jaminan kualitas produk yang tinggi serta biaya manufaktur yang minimum.Informasi yang diperlukan dalam DFM adalah:Sketsa, gambar, spesifikasi produk, alternatif rancangan, pemahaman detail tentang proses produksi dan perakitan, serta perkiraan biaya manufaktur, volume produksi dan waktu peluncuran produk. Model input output sederhana dari suatu sistem manufaktur dapat dilihat pada Gambar 9.1.

Gambar 9.1 Model Input Output Sederhana dari Suatu Sistem Manufaktur

9.2         Langkah DFM

9.2.1   Memperkirakan Biaya Manufaktur
Biaya manufaktur adalah jumlah seluruh biaya untuk input dari sistem manufaktur dan untuk proses pembuatan output yang dihasilkan oleh sistem. Cara memperkirakan biaya manufaktur adalah dengan membagi biaya manufaktur ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang tercakup dalam jumlah yang telah ditentukan sebelumnya, tanpa menghiraukan berapa banyak unit produk yang dibuat. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang tercakup dalam proporsi langsung dari jumlah unit yang dihasilkan.

9.2.2   Mengurangi Biaya Komponen
Cara mengurangi biaya komponen adalah dengan memahami batasan batasan proses dan dasar-dasar biaya, merancang ulang komponen untuk mengurangi langkah-langkah pemrosesan, pemilihan skala ekonom, yang sesuai untuk pemrosesan komponen, menstandarkan komponen komponen dan proses-proses, mengikuti black box pengadaan komponen.

9.2.3   Mengurangi Biaya Perakitan
Biaya perakitan antara lain adalah biaya upah tenaga kerja serta biaya perlengkapan dan alat bantu. Cara mengurangi biaya perakitan adalah dengan mengintegrasikan komponen, memaksimumkan kemudahan perakitan, serta mempertimbangkan perakitan oleh pelanggan.

9.2.4   Mengurangi Biaya Pendukung Produksi
Biaya pendukung (penunjang) terdiri dari biaya penanganan material, jaminan kualitas, pembelian, pengiriman, penerimaan, fasilitas dan pemeliharaan peralatan. Cara mengurangi biaya pendukung produksi adalah dengan meminimasi kerumitan sistemik dan proses pembuktian kesalahan.

9.2.5   Mempertimbangkan Pengaruh Keputusan DFM pada Faktor Lainnya
Dengan meminimasi biaya menufaktur tidak hanya merupakan sasaran proses pengembangan produk. Keberhasilan produk secara ekonomis juga tergantung dari kualitas produk, berkurangnya waktu pengenalan dan biaya pengembangan produk. Selain itu, terdapat situasi dimana keberhasilan ekonomis suatu proyek dikompromikan dalam rangka memaksimumkan keberhasilan ekonomi keseluruhan perusahaan. Dalam mempertimbangkan suatu keputusan DFM, permasalahan ini sebaiknya dipertimbangkan secara eksplisit.

9.3         Analisa Buat-Beli
Untuk menentukan biaya manufakturing perlu dilakukan analisa buat atau beli. Analisa ini bermaksud untuk menekan biaya produksi, karena dengan analisa buat atau beli kita dapat menghemat investasi peralatan produksi.Analisa buat atau beli dari komponen produk alat puntir benang sutera dapat dilihat pada Tabel 9.1. Serta daftar perkiraan biaya dapat dilihat pada Tabel 9.2.
Tabel 9.1 Analisa Buat atau Beli Dari Komponen Produk Alat Puntir Benang Sutera
No
Komponen
Jumlah
Buat
Beli
1.
Rangka alat
1
×

2.
Kincir penggulung benang (reel)
1
×

3.
Tempat dudukan spindle
1
×

4.
Pengatur gulungan benang
1
×

5.
Puli kayu
3
×

6.
Poros Kincir
1
×

7.
Poros-antara
1
×

8.
Poros motor
1
×

9.
Motor penggerak
1

×
10.
Sabuk
3

×
11.
Puli
4

×
12.
Bantalan
3

×
13.
Alat penghitung banyaknya gulungan benang
1

×
14.
Spindle
12

×
15.
Palet/bobbin
12

×
16.
Guide spindle
5

×
17.
Saklar on/off
1

×
18.
Kabel
1

×
19.
Mur/baut
5

×


Tabel 9.2 Daftar Kebutuhan Material & Perkiraan Biaya (dalam ribuan)
Komponen
Pembelian Material (Rp)
Proses Pembuatan (Rp)
Perakitan (Rp)
Total VC (Rp)
Biaya Tetap (Rp)
Total unit cost (Rp)
Rangka alat
240
80
40
360

360
Kincir penggulung
benang (reel)
180
36
18
162

162
Tempat   dudukan
spindle
15
5
2,5
22,5

22,5
Pengatur gulungan benang
7,5

1,3
8,8

8,8
Puli kayu
3.6
1,2
0,6
5,4

5,4
Poros Kincir
15,9
5,3
2,65
23,85

23,85
Poros-antara
3,6
1,2
0,6
16,2

16,2
Poros motor
3,6
1,2
0,6
16,2

16,2
Motor penggerak
375

3,5
378,5

378,5
Sabuk
55

3,5
58,5

58,5
Puli
40

5,5
45,5

45,5
Bantalan
15

5,5
20,5

20,5
Alat penghitung gulungan benang
12

0,5
12,5

12,5
Spindle
240

9,6
249,6

249,6
Palet/bobbin
14,4


14,4

14,4
Guide spindle
35

4
39

39
Saklar on/off
12

1
13

13
Kabel
7,5

1
8,5

8,5
Mur/Baut
7,5

1
8,5

8,5
Investasi tools/unit



75

75
Total biaya langsung
1210,6
129,9
101,3
1441,8

1441,8
Biaya tidak terduga



151,5

151,5
Total cost
1210,6
129,9
101,3
1593,3
75
1668,3
Jadi harga pokok produksi per unitnya = Rp 1.668.300,-

9.4         Analisa Kuantitatif Pengembangan dan Penjualan
Dalam menganalisa secara kuantitatif dari pengembangan dan penjualan produk maka dibuat model kuantitatifnya. Adapun data-data yang digunakan dalam membuat model kuantitatif tersebut adalah:
Biaya pengembangan dan investasi                : Rp 7.460.000,-
Biaya operasi dan perawatan                          : Rp 12.540.000,-/tahun
Volume produksi                                            : 72 unit/tahun
Harga pokok produksi                                                : Rp 1.668.300,-
Volume penjualan                                           : 72 unit/tahun
Harga pokok penjualan                                   : Rp 1.919.000,-/unit              

Tabel 9.3 Rincian biaya investasi, biaya pengembangan, biaya operasi dan biaya perawatan pada pembuatan produk APBS
No.
Biaya-biaya

Uraian
Harga
1.
Biaya Investasi
2
Buah mesin las
Rp 4.780.000,-



@ Rp 2.390.00,-



1
Mesin pembuat puli (khusus untuk puli kayu)
Rp 596.700,-
1
Mesin ketam listrik
Rp 415.000,-
2.
Biaya pengembangan
1
unit prototype APBS
Rp 1.668.300,-

Total biaya investasi + biaya pengembangan
Rp 7.460.000,-
3.
Biaya operasi
3
operator manufaktur
Rp 915.000,-/bulan
4.
Biaya perawatan
Mesin-mesin produksi
Rp 130.000,-/bulan


(mesin las, mesin



pembuat puli dan mesin



ketam)


Total biaya operasi + biaya perawatan
Rp 1.045.000,-/bulan


2 comments:

  1. Kami adalah perusahaan yang khusus menjual produk Pelumas/Oli dan Grease/Gemuk untuk sektor Industri.

    Oli yang kami pasarkan diantaranya untuk aplikasi : Diesel Engine Oil, Transmission Oil, Gear Oil, Compressor Oil, Hydraulic Oil, Circulating & Bearing, Heat Transfer Oil, Slideway Oil, Turbine Oil, Trafo Oil, Metal Working Fluid, Synthetic Oil, Corrosion Preventive, Wire Rope, Specialities Oil dan aneka Grease/Gemuk.

    Kami menjadi salah satu perusahaan yang dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan pabrik-pabrik besar di Indonesia, termasuk kebutuhan akan pelumasan khusus.
    Prinsip kami adalah selalu mengembangkan hubungan jangka panjang kepada setiap customer. Bila anda butuh info lebih lanjut, silahkan menghubungi kami.

    Mobile : 0813-1084-9918
    Whatsapp : 0813-1084-9918
    name : Tommy. K
    Email1 : tommy.transcal@gmail.com

    ReplyDelete