HOME

Wednesday, August 23, 2017

ARSITEKTUR PRODUK

BAB VII
ARSITEKTUR PRODUK


7.1         Arsitektur Produk
Arsitektur produk merupakan penugasan elemen fungsional pada elemen fisik (building block) dari produk tersebut. Elemen fungsional merupakan operasi individual dan suatu transformasi yang memiliki kontribusi terhadap keseluruhan performansi produk. Elemen fisik merupakan bagian dari produk, komponen, dan sub-assembly yang menjalankan elemen fungsional. Arsitektur produk adalah skema di mana elemen-elemen fungsional produk dibagi menjadi potongan (chunk) fisik dan dimana chunk berinteraksi. Chunk adalah kesatuan dari elemen fisik produk (part, komponen, subrakitan) yang mengimplementasikan fungsi produk.

Tujuan dari arsitektur produk menguraikan komponen fisik dasar dari produk, apa yang harus dilakukan komponen tersebut dan seperti apa penghubung (interface) yang digunakan untuk peralatan lainnya. Output dari arsitektur produk adalah perkiraan rancangan geometri dari produk, penjelasan mengenai chunk-chunk utama, dokumentasi interaksi penting antar chunk. Arsitektur produk ditetapkan pada tahap pengembangan konsep, secara informal melalui sketsa, diagram-diagram fungsi dan prototipe awal dan pada tahap perancangan tingkat sistem.

7.2         Jenis Arsitektur Produk

7.2.1   Arsitektur Modular
Pada arsitektur modular chunks dialokasikan secara terpisah dan diimplementasikan dalam satu atau kurang dari elemen fungsional secara keseluruhan. Interaksi diantara chunks didefinisikan secara baik dan merupakan hal yang fundamental untuk fungsi utama dari produk. Arsitektur modular memiliki keuntungan dalam hal kesederhanaan dan penggunaan ulang. Tipe-tipe modularitas adalah sebagai berikut:

7.2.1.1       Arsitektur Modular slot
Masing-masing penghubung antar chunk pada arsitektur ini mempunyai tipe yang berbeda dari yang lain, oleh karena itu beberapa chunk yang terdapat dalam produk tidak dapat dipertukarkan.Contoh : Radio  dan speedometer mempunyai tipe hubungan yang berbeda pada panel instrumen.

7.2.1.2       Arsitektur Modular Bis
Pada arsitektur ini chunk-chunk yang berbeda dapat dihubungkan ke produk melalui hubungan yang sama.Contoh : Perluasan card untuk computer

7.2.1.3       Arsitektur Modular seksional
Pada arsitektur ini semua penghubung mempunyai tipe yang sama, rakitan dibuat dengan menghubungkan chunk yang satu dengan yang lainnya melalui penghubung yang identik.Contoh: Pada sistem pipa, sistem sofa yang melingkar, dinding pemisah kantor, dan beberapa sistem dikomputer.Contoh arsitektur modular dapat dilihat pada Gambar 7.1.
Gambar 7.1 Contoh Arsitektur Modular

7.2.2   Arsitektur Integral
Pada arsitektur integral Elemen fungsional dialokasikan di chunk yang sama dan diimplementasikan menggunakan lebih dari satu chunk. Satu chunk mengimplementasikan beberapa elemen fungsional. Interaksi diantara chunks kurang bisa didefinisikan dengan baik. Arsitektur integral secara umum meningkatkan performansi dan mengurangi biaya untuk beberapa model produk spesifik.Contoh arsitektur integral dapat dilihat pada Gambar 7.2.
Gambar 7.2 Contoh Arsitektur Integral

7.3         Langkah Menetapkan Arsitektur Produk

7.3.1   Membuat Skema Produk
Skema adalah diagram yang menggambarkan pengertian tim terhadap elemen-elemen penyusun produk. Skema produk seharusnya menggambarkan pemahaman terbaik tim mengenai produk, namun tidak mencantumkan setiap detail dari elemen produk. Dalam penyusunan skema, dibutuhkan maksimal 30 elemen atau kurang, dalam upaya pembuatan arsitektur produk.

7.3.2   Mengelompokkan Elemen-Elemen yang Terdapat Dalam Skema
Selanjutnya adalah mengelompokkan setiap elemen dalam skema menjadi sebuah chunk. Untuk menentukan kapan adanya keuntungan untuk pengelompokkan (cluster), ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:

7.3.2.1       Ketepatan dan Keutuhan Geometri
Mengelompokkan elemen-elemen kepada chunk yang sama, memudahkan bagi seseorang atau kelompok untuk mengontrol hubungan fisik diantara elemen-elemen. Contohnya mengelompokkan elemen yang berhubungan dengan posisi cartridge di x-axis dan posisi kertas di y-axis.

7.3.2.2       Pembagian Fungsi
Ketika sebuah komponen tunggal dapat mengimplementasikan beberapa elemen fungsional dari produk, elemen fungsional ini sangat bagus untuk dikelompokkan menjadi satu cluster. Contohnya: mengelompokkan status display dan the user controls menjadi satu kesatuan di dalam satu komponen yang sama.

7.3.2.3       Kemampuan Vendors
Beberapa vendor terpercaya bisa memiliki kemampuan spesifik yang berhubungan dengan sebuah proyek dan untuk itu, lebih baik sebuah tim mengambil keuntungan untuk menunjuk vendor yang memiliki kekhususan dalam menangani satu chunk tertentu. Contohnya: tim internal melakukan keseluruhan pendesainan, jadi hal ini bukan merupakan pertimbangan yang penting.

7.3.2.4       Kesamaan Desain atau Teknologi Produksi
Ketika dua atau lebih elemen diimplementasikan menggunakan desain atau teknologi produksi yang sama, kemudian menyatukan elemen-elemen kedalam chunk yang sama memudahkan dalam pembuatan desain atau pemroduksian secara ekonomis. Contohnya: mengkombinasikan semua fungsi yang berhubungan dengan elektronik kedalam satu chunk. Hal ini memudahkan dalam pengimplementasiannya karena hanya membutuhkan satu board untuk penggabungan keseluruhan fungsi elektronika ini.

7.3.2.5       Localization of Change
Ketika sebuah tim mengantisipasi mengenai kemungkinan adanya perubahan yang besar pada beberapa elemen, hal ini mungkin untuk mengisolasi elemen tersebut menjadi chunk modular tersendiri. Untuk Itu, dibutuhkan beberapa perubahan untuk elemen yang dapat diambil sewaktu-waktu tanpa mempengaruhi chunk lainnya. Contohnya: tim mengantisipasi peruabahan tampakan fisik dari produk melalui life cycle nya.

7.3.2.6       Mengakomodasi Keberagaman
Elemen-elemen harus dikelompokkan berdasarkan cluster bersamaan untuk memudahkan perusahaan untuk meragamkan produk mereka dalam upaya meningkatkan nilai kepada konsumen. Contohnya: penjualan suku cadang (electrical power) bagi printer yang terpisah-pisah, seperti DC Power.

7.3.2.7       Kemampuan Standardisasi
Apabila serangkaian elemen dapat berguna bagi suatu produk, elemen elemen tersebut harus dikelompokkan (cluster) bersamaan menjadi satu chunk tunggal. Contohnya: adanya standar cartridge bagi printer.

7.3.2.8       Portability of Interfaces
Beberapa interaksi mudah disalurkan melalui jarak yang jauh. Contohnya: sinyal elektrik lebih mudah dibawa daripada tenaga mekanis dan gerakan.

7.3.3   Membuat Rancangan Geometris yang Masih Kasar
Sebuah rancangan geometri dapat dibuat dalam dua atau tiga dimensi, menggunakan gambar tangan, model komputer maupun model fisik. Pembuatan rancangan geometri memaksa tim untuk mempertimbangkan apakah permukaan geometri diantara chunks layak dan untuk menjalankan hubungan dimensional dasar diantara chunks.

7.3.4   Mengidentifikasi Interaksi Fundamental Dan Insidental
Interaksi Fundamental adalah adanya hubungan korespondensi untuk garis-garis pada skema yang menghubungkan chunks yang satu dengan yang lain. Contohnya: satu lembar kertas keluar/masuk kedalam tempat kertas untuk memulai mekanisme mencetak. Interaksi ini direncanakan dan dipahami secara baik bahkan dari awal skema karena hal ini sangat fundamental untuk sistem operasinya. Sedangkan interaksi insidental adalah interaksi yang muncul karena implikasi elemen fungsional menjadi bentuk fisik tertentu atau dikarenakan perubahan geometri dari chunks. Contohnya: getaran yang ditimbulkan gerakan dari tempat kertas dapat mengganggu ketepatan lokasi dari catridge printer di x-axis.

7.4         Arsitektur Produk Rancangan
Skema arsitektur produk dari rancangan dapat dilihat pada Gambar 7.3. Sedangkan pengelompokkan skema rancangan dapat dilihat pada Gambar 7.4. Serta rancangan geometris produkdapat dilihat pada Gambar 7.5.
Gambar 7.3 Skema Arsitektur Produk

Gambar 7.4 Pengelompokkan Skema Rancangan
Pengeiompokan elemen ini terdiri dari tiga kelompok elemen antara lain:
Kelompok 1 : kelompok sistem otomasi
Kelompok 2 : kelompok penggerak
Kelompok 3 : kelompok rangka mekanik
Pengerjaan penyusunan geometrisalat puntir benang sutera ini dimulai dengan penyusunan elemen kerangka mekanik dilanjutkan dengan penyusunan kelompok elemen kerangka mekanik dengan motor penggerak. Setelah kelompok e1emen tersebut disusun maka kelompok elemen yang se1anjutnya disusun adalah elemen elektronika. Penyusunan akhir adalah kelompok elemen elektronika dengan kerangka mekanik.
Gambar 7.5 Rancangan Gometris Produk




No comments:

Post a Comment