HOME

Wednesday, August 23, 2017

ANALISIS EKONOMIS PENGEMBANGAN PRODUK

BAB XI
ANALISIS EKONOMIS PENGEMBANGAN PRODUK


11.1     Elemen-Elemen Analisis Ekonomi
Dalam memulai suatu bisnis atau usaha baru perlu dilakukan analisa ekonomi terlebih dahulu untuk memastikan apakah usaha baru tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak karena biasanya investasi untuk usaha baru memerlukan dana yang besar. Dengan begitu investor dapat menghindari kemungkinan terjadi kerugian karena berinvestasi pada bisnis yang tidak menguntungkan. Dalam proses analisa ekonomi, berbagai variasi dari data formal maupun informal biasanya dikaji dan diuji relavansinya untuk tujuan tertentu dari analisa. Analisa ekonomi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

11.1.1    Analisa Kuantitatif
Analisa ini memperkirakan NPV aliran kas dari suatu proyek. Teknik NPV digunakan karena lebih mudah dimengerti dan digunakan secara luas dalam bidang bisnis. Analisa kuantitatif tidak hanya menyediakan evaluasi objektif tentang proyek-proyek, tetapi juga membuat suatu penilaian pada pengembangan produk. Aliran kas suatu produk terdiri dari kas masuk (pendapatan) dan kas keluar (biaya). Kas masuk berasal dari penjualan produk, kas keluar terdiri atas biaya proses pengembangan, biaya produksi ramp-up, biaya pembelian perlengkapan dan alat, biaya pemasaran dan penyokong produk, dan biaya produksi yang terus menerus seperti bahan mentah, komponen, dan pekerja. Jumlah kumulatif kas masuk dan kas keluar suatu produk ditunjukkan melalui skema dalam Gambar 11.1 ( Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger, 2001).
Gambar 11.1 Tipe Aliran Kas Untuk Produk Baru yang Sukses
Namun  analisa kuantitatif juga mempunyai beberapa kekurangan seperti berikut:

11.1.1.1   Analisis Kuantitatif Hanya Mengukur Kuantitas
Teknik kuantitatif menekankan pada hasil NPV dan bergantung pada NPV yang dapat diukur. Bagaimanapun juga, banyak faktor-faktor penting yang memegang peranan pada pengembangan produk yang sulit diukur secara akurat. Akibatnya, teknik kuantitatif dianjurkan hanya untuk aset-aset yang dapat diukur, sedangkan aset-aset yang tidak terukur kurang dapat digunakan.

11.1.1.2            Analisis Kuantitatif Bergantung Pada Keabsahan Asumsi Dan Data
Analisa keuangan mungkin menyediakan perkiraan-perkiraan yang tepat terhadap nilai pengembangan produk dari suatu proyek. Namun, ketelitian seperti itu tidak mungkin menyatakan keakuratan. Kita dapat mengembangkan suatu model yang benar-benar teliti dari suatu proyek yang memasukkan NPV dengan tempat lima desimal, tetapi jika asumsi dan data dari contoh kita tidak tepat, maka nilai perhitungan tidak akan tepat.

11.1.1.3   Birokrasi Mengurangi Produktivitas
Ada beberapa golongan yang menyatakan bahwa melakukan analisa ekonomi hanya akan menghambat produktivitas karena terlalu banyak kontrol yang harus dilakukan. Perencanaan yang ekstensif dan pengulangan walaupun menjamin produk tersusun brilian dan bermutu hanya akan mencapai pasaran setelah jendela pasar telah ditutup dan hanya akan menghambat proses pengembangan produk.

11.1.2    Analisa Kualitatif
Analisa kualitatif digunakan untuk menangkap hal-hal yang tidak dapat diukur oleh analisa kuantitatif seperti implikasi positif dan negatif dari suatu proyek. Pendekatan pada analisa kualitatif adalah untuk mempertimbangkan interaksi antara proyek dengan perusahaan, pasar, lingkungan ekonomi makro.

11.2     Proses Analisis Ekonomi
Analisa ekonomi biasanya dilakukan pada saat akan memulai suatu proyek baru dan  analisis ekonomi yang mencakup kedua pendekatan kuantitatif dan kualitatif, berguna paling tidak untuk menentukan apakah proyek layak atau tidak untuk dilaksanakan. Analisa yang telah dilakukan pada permulaan suatu proyek biasanya dapat diperbarui dengan informasi sekarang sehingga tidak perlu dibuat analisa baru setiap waktu. Dengan menggunakan cara ini, analisis menjadi salah satu sistem informasi yang dapat digunakan oleh tim untuk mengatur pengembangan proyek.
Empat langkah utama dalam proses analisa ekonomi yaitu :

11.2.1    Membangun Contoh Dasar Kasus Keuangan
Contoh dasar kasus meliputi perkiraan waktu dan besarnya aliran kas yang akan datang, lalu menghitung NPV dari aliran kas. Aliran kas harus memuat resolusi yang cukup untuk menampung pembuatan keputusan yang efektif. Kategori dasar yang umum dari aliran kas untuk suatu jenis produk proyek pengembangan baru antara lain:
     Biaya pengembangan (semua sisanya biaya desain, tes, dan perbaikan termasuk perakitan)
     Biaya perakitan / ramp
     Biaya pemasaran dan penyokong
     Biaya produksi
     Pendapatan penjualan


11.2.2    Menampilkan Analisis Kepekaan
Salah satu keuntungan dari model keuangan adalah kita dapat melakukan analisa sensitivitas dengan mudah. Pendekatan ini meliputi pemilihan beberapa pendorong kunci dan mencari seberapa sensitif  faktor pendorong tersebut terhadap perubahan. Analisis kepekaan dilakukan untuk mengetahui tingkat kepekaan harga terhadap NPV dari suatu proyek, apakah jika dilakukan perubahan terhadap harga produksi akan mempengaruhi NPV dan seberapa besar pengaruhnya serta apakah bila dilakukan perubahan terhadap harga produk akan mempengaruhi tingkat produksi.
Analisis kepekaan menggunakan contoh keuangan untuk menjawab pertanyaan “Apakah jika” menghitung perubahan pada NPV yang ditinjau dari perubahan faktorfaktor termasuk dalam contoh / model. Faktor-faktor yang dimaksud adalah faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi nilai proyek. Faktor internal adalah faktor dimana tim pengembangan mempunyai tingkat pengaruh yang besar, mencakup pengeluaran program pengembangan, kecepatan pengembangan, biaya produksi, dan penampilan produk.
Faktor eksternal adalah faktor dimana tim tidak dapat mengubahnya dengan sewenang-wenang, mencakup lingkungan persaingan, volume penjualan, dan harga produk. Meskipun faktor eksternal tidak secara langsung dikontrol oleh tim pengembangan produk, faktor itu seringkali dipengaruhi oleh faktor internal. Faktor internal dan eksternal diperlihatkan pada Gambar 11.2 (Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger, 2001).
Gambar 11.2 Faktor Internal dan Eksternal

11.2.3    Menggunakan Analisis Kepekaan Untuk Memahami Jual-Beli Proyek
Tim pengembangan berusaha mengatur enam interaksi potensial antara faktorfaktor yang dikendalikan dari dalam. Interaksi potensial antara dua faktor internal bergantung pada karakteristik konteks khusus produk. Pada banyak kasus interaksiinteraksi ini diperjualbelikan. Sebagai contoh, penurunan waktu pengembangan akan menyebabkan penurunan penampilan produk. Tampilan produk yang lebih baik akan membutuhkan biaya tambahan produk. Bagaimanapun juga, beberapa interaksi jauh lebih kompleks daripada jual-beli sederhana.
Sebagai contoh, penurunan waktu pengembangan akan membutuhkan kenaikan pengeluaran pengembangan, sebaliknya memperpanjang waktu pengembangan juga akan meningkatkan biaya jika perpanjangan tersebut disebabkan oleh suatu penundaan pada tugas yang penting, bukan oleh suatu perpanjangan yang telah direncanakan. Secara umum, interaksi ini sangatlah penting karena hubungan antara faktor internal dan eksternal. Sebagai contoh, kenaikan biaya pengembangan atau waktu akan mempertinggi penampilan produk sehingga akan meningkatkan volume penjualan atau memberikan harga yang lebih tinggi. Penurunan waktu pengembangan akan menyebabkan produk sampai dipasaran lebih cepat dan ini akan meningkatkan volume penjualan (Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger, 2001).
Gambar 10.3 Enam Interaksi Potensial
Ketika model faktor eksternal (misal : harga dan volume penjualan) sulit dikontrol, model kuantitatif dapat menunjang pengambilan keputusan. Model kuantitatif dapat menunjang keputusan dengan menjawab pertanyaan berapa banyak volume penjualan yang harus ditingkatkan untuk mengimbangi tambahan pengeluaran pada pengembangan produk.
Kedekatan linearitas dari banyak analisis kepekaan memungkinkan tim untuk memasukkan beberapa aturan jual-beli untuk menginformasikan pengambilan keputusan hari demi hari. Aturan ini mengambil bentuk perubahan biaya per unit dalam faktor internal dan eksternal. Aturan jual beli dengan mudah dimasukkan dari contoh dasar kasus dan dapat digunakan untuk menginformasikan tim besar relatif dari kepekaan tingkat keuntungan proyek terhadap faktor-faktor di bawah kendalinya. Model keuangan dan analisis kepekaan adalah alat yang kuat untuk menunjang keputusan pengembangan produk, tetapi teknik ini mempunyai keterbatasan penting. Sebuah sekolah pemikiran mempercayai bahwa analisis keuangan yang teliti dibutuhkan untuk membawa kedisiplinan dan kontrol terhadap proses pengembangan produk.

11.2.4    Mempertimbangkan Pengaruh Faktor-Faktor Kualitatif Pada Proyek Sukses
Banyak faktor yang mempengaruhi proyek-proyek pengembangan sulit untuk diukur karena hal itu kompleks dan tidak tentu. Faktor-faktor demikian dinamakan sebagai faktor-faktor kualitatif. Untuk tim proyek umumnya, metode analisis kualitatif yang paling sesuai karena mudah dipertimbangkan dan membahas interaksi antara proyek dan perusahaan, proyek dan pasar, serta proyek dan lingkungan makro. Kemudian tim mempertimbangkan interaksi-interaksi ini bersama dengan hasil analisis kuantitatif agar dapat menentukan tekanan relatif yang paling sesuai pada pengembangan kecepatan, pengeluaran, biaya pembuatan dan penampilan produk.
Dalam melengkapi suatu analisis kelayakan pasar dari proyek pengembangan, pertama harus dipertimbangkan biaya pengembangan produk dan keuntungan yang akan didapat di masa depan. Keuntungan yang diharapkan tersebut harus dapat menutupi investasi pengembangan produk yang dibuat sekarang, sehingga ada dua pertimbangan dasar yang jelas yaitu : resiko dan nilai waktu akan uang. Pertama, ada resiko ekonomi dalam melakukan pengembangan. Keuntungan yang akan diperoleh tidak dapat dijamin. Karena itu, agar investasi yang dibuat sekarang layak secara ekonomi, suatu proyek harus mempunyai nilai pengembalian yang lebih tinggi dari investasi daripada yang diberikan oleh alternatif beresiko rendah. Pertimbangan kedua adalah nilai waktu akan uang. Fakta ekonomi ini memberikan beban finansial lebih pada semua proyek pengembangan produk. Untuk melakukan suatu analisa ekonomi, beberapa variabel ekonomi harus dispesifikasi atau diperkirakan.
Analisis ekonomi suatu proyek pengembangan produk terdiri dari mengestimasi dan menetapkan nilai untuk variabel ekonomi dan kemudian mengevaluasi keuntungan ekonomi yang diharapkan dari proyek pengembangan. Kriteria yang sering digunakan meliputi:
     Break even point : waktu yang diperlukan oleh biaya investasi untuk kembali dan proyek mulai menghasilkan keuntungan.
     Return on investment : jumlah keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan investasi awal.
     Investment risk : probabilitas terjadinya kesalahan pada analisis pasar dan akan terjadi kerugian.
Beberapa metode analisa ekonomi yang dapat digunakan antara lain adalah metode Payback Period, Profitability Index, dan Net Present Value
a.    Metode Payback
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, karena itu satuan hasilnya bukan persentase tetapi satuan waktu (bulan, tahun, dsb.). Kalau periode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka produk dikatakan menguntungkan.

b.      Metode profitability index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan kas bersih di masa mendatang dengan nilai sekarang investasi. Bila PI lebih besar dari 1, maka proyek dikatakan menguntungkan.
c.       Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Apabila nilai sekarang penerimaan kas bersih di masa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi, maka proyek dikatakan menguntungkan. Dalam pengembangan suatu produk ada biaya-biaya yang dikeluarkan, biayabiaya tersebut akan digunakan sebagai indikator dalam analisa ekonomi. Pendekatan aliran kas Net Present Value sering digunakan untuk melakukan analisa ekonomi. Aliran kas tahun pertama diperoleh dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan produk, aliran kas tahun berikutnya dapat diketahui dengan perhitungan future value.

11.3     Analisa Ekonomi Alat Puntir Benang Sutera
11.3.1    Menentukan Harga Pokok Produksi
Presentase biaya pembuatan alat puntir benang sutera secara global adalah biaya komponen 60 %, biaya upah kerja 20 %, biaya perakitan 10 % dan biaya tak terduga 10 %. Untuk menentukan biaya manufakturing perlu dilakukan analisa buat atau beli. Analisa ini bermaksud untuk menekan biaya produksi, karena dengan analisa buat atau beli kita dapat menghemat investasi peralatan produksi.Analisa buat atau beli dari komponen produk alat puntir benang sutera dapat dilihat pada Tabel 11.1.
Tabel 11.1 Analisa Buat atau Beli Dari Komponen Produk Alat Puntir Benang Sutera
No
Komponen
Jumlah
Buat
Beli
1.
Rangka alat
1
×

2.
Kincir penggulung benang (reel)
1
×

3.
Tempat dudukan spindle
1
×

4.
Pengatur gulungan benang
1
×

5.
Puli kayu
3
×

6.
Poros Kincir
1
×

7.
Poros-antara
1
×

8.
Poros motor
1
×

9.
Motor penggerak
1

×
10.
Sabuk
3

×
11.
Puli
4

×
12.
Bantalan
3

×
13.
Alat penghitung banyaknya gulungan benang
1

×
14.
Spindle
12

×
15.
Palet/bobbin
12

×
16.
Guide spindle
5

×
17.
Saklar on/off
1

×
18.
Kabel
1

×
19.
Mur/baut
5

×

Tabel 11.2 Daftar Kebutuhan Material & Perkiraan Biaya (dalam ribuan)
Komponen
Pembelian Material (Rp)
Proses Pembuatan (Rp)
Perakitan (Rp)
Total VC (Rp)
Biaya Tetap (Rp)
Total unit cost (Rp)
Rangka alat
240
80
40
360

360
Kincir penggulung
benang (reel)
180
36
18
162

162
Tempat   dudukan
spindle
15
5
2,5
22,5

22,5
Pengatur gulungan benang
7,5

1,3
8,8

8,8
Puli kayu
3.6
1,2
0,6
5,4

5,4
Poros Kincir
15,9
5,3
2,65
23,85

23,85
Poros-antara
3,6
1,2
0,6
16,2

16,2
Poros motor
3,6
1,2
0,6
16,2

16,2
Motor penggerak
375

3,5
378,5

378,5
Sabuk
55

3,5
58,5

58,5
Puli
40

5,5
45,5

45,5
Bantalan
15

5,5
20,5

20,5
Alat penghitung gulungan benang
12

0,5
12,5

12,5
Spindle
240

9,6
249,6

249,6
Palet/bobbin
14,4


14,4

14,4
Guide spindle
35

4
39

39
Saklar on/off
12

1
13

13
Kabel
7,5

1
8,5

8,5
Mur/Baut
7,5

1
8,5

8,5
Investasi tools/unit



75

75
Total biaya langsung
1210,6
129,9
101,3
1441,8

1441,8
Biaya tidak terduga



151,5

151,5
Total cost
1210,6
129,9
101,3
1593,3
75
1668,3
Jadi harga pokok produksi per unitnya = Rp 1.668.300,-

11.3.2    Analisa Break Event Point (BEP) / Titik Impas
Analisa kuantitatif pengembangan dan penjualan
Dalam menganalisa secara kuantitatif dari pengembangan dan penjualan produk maka dibuat model kuantitatifnya. Adapun data-data yang digunakan dalam membuat model kuantitatif tersebut adalah:

Biaya pengembangan dan investasi                : Rp 7.460.000,-
Biaya operasi dan perawatan                          : Rp 12.540.000,-/tahun
Volume produksi                                            : 72 unit/tahun
Harga pokok produksi                                                : Rp 1.668.300,-
Volume penjualan                                           : 72 unit/tahun
Harga pokok penjualan                                   : Rp 1.919.000,-/unit              

Tabel 11.3 Rincian biaya investasi, biaya pengembangan, biaya operasi dan biaya perawatan pada pembuatan produk APBS
No.
Biaya-biaya

Uraian
Harga
1.
Biaya Investasi
2
Buah mesin las
Rp 4.780.000,-



@ Rp 2.390.00,-



1
Mesin pembuat puli (khusus untuk puli kayu)
Rp 596.700,-
1
Mesin ketam listrik
Rp 415.000,-
2.
Biaya pengembangan
1
unit prototype APBS
Rp 1.668.300,-

Total biaya investasi + biaya pengembangan
Rp 7.460.000,-
3.
Biaya operasi
3
operator manufaktur
Rp 915.000,-/bulan
4.
Biaya perawatan
Mesin-mesin produksi
Rp 130.000,-/bulan


(mesin las, mesin



pembuat puli dan mesin



ketam)


Total biaya operasi + biaya perawatan
Rp 1.045.000,-/bulan

Analisa kualitatif pengembangan dan penjualan produk
Pada analisa kualitatif, akan terjadi interaksi antara proyek ini dengan:
·      Ekonomi :
ü Industrial Organization
ü Dalam macro economic environment
ü Kesejahteraan masyarakat.
·      Perusahaan :
ü Adanya sustainability perusahaan
ü Menciptakan pekerjaan baru (adanya difersivikasi)
ü Terbentuknya suatu keuntungan, kesejahteraan, dan nilai suatu saham
·      Pasar :
ü Timbulnya biaya marketing dan distribusi
ü Terjadinya market share
ü Terbentuknya harga.
Suatu proyek disebut dalam keadaan pulang pokok (impas), bila hasil penjualan produknya sama besar dengan ongkos produksinya. Dengan kata lain bahwa tidak terjadi keuntungan tetapi juga tidak mengalami kerugian.Tujuan dari perhitungan BEP ini adalah Menentukan jumlah produk/kapasitas produksi sehingga tidak akan mengalami kerugian serta Pada saat jumlah produk tertentu, dapat diperkirakan berapa keuntungan yang akan diperoleh. Untuk menghitung jumlah produk minimal yang harus diproduksi supaya proyek dalam keadaan pulang pokok, maka harus dihitung lebih dahulu tingkat BEP dalam persen, kemudian dikalikan dengan kapasitas produksinya. BEP dihitung dengan formulasi sebagai berikut:
dimana:
TFC = Total Fix Cost
TS = Total Sales
TVC = Total Variabel Cost
TFC = Biaya pengembangan dan investasi + biaya operasi dan perawatan
        = Rp 7.460.000,- + Rp 12.540.000,-
        = Rp 20.000.000,-
TS  = Sales volume x Unit price
       = 72 unit x Rp. 1.919.000,-
       = Rp 138.168.000,-
TVC = Production volume x Unit cost
         = 72 unit x Rp. 1.668.300,-
         = Rp 120.117.600,-
BEP = {Rp 20.000.000 / (Rp 138.168.000 - Rp 120.117.600 ) } x 100 %
= 110,8 %
Jadi jumlah produksi yang dapat memenuhi target BEP adalah
= 110,8 % x Production volume
= 110,8 % x 72 unit
= 79,77 unit  80 unit
Nilai penjualan: 80 unit x Rp 1.919.000,- = Rp 153.520.000,-
11.3.3    Estimasi Cash Flow Pengembangan Dan Penjualan Produk
Untuk cash flow pengembangan dan penjualan produk alat puntir benang sutera, diestimasi 3 periode (masing-masing 1 tahun) dan setiap periode (1 tahun) dibagi menjadi 4 kuartal sehingga besarnya masing-masing kuartal adalah 3 bulan, dengan suku bunga 12 % per tahun, seperti pada Tabel 11.4.

11.3.4    Perhitungan Nilai Bersih Saat Ini (Net Present Value / NPV)
Dengan cara melihat nilai sekarang (periode ke – 0) dari suatu cash flow, maka dapat dianalisa apakah proyek tersebut untung atau rugi.
NPV = Net Present Benefit – Net Present Cost
Nilai NPV dari proyek pengembangan produk dengan suku bunga 12 % seperti pada Tabel 11.5 dibawah ini:


Tabel 11.4 Estimasi Cash Flow Pengembangan Dan Penjualan Produk Alat Puntir Benang Sutera (dalam juta rupiah)
Nilai dalam jutaan rupiah
Tahun 1



Tahun 2



Tahun 3



Tahun 4




Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Biaya pengembangan
-0,417
-0,417
-0,417
-0,417












Biaya invstasi
-1,448
-1,448
-1,448
-1,448












Biaya operasi




-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
Biaya perawatan




-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
Volume produksi




18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
Harga pokok produksi




-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
Biaya pokok produksi




-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
Volume penjualan




18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
Harga pokok penjualan




1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
Pendapatan Penjualan




















34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
Cash flow per periode
-1,865
-1,865
-1,865
-1,865
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776





Tabel 11.5NPV Proyek Pengembangan Produk Alat Puntir Benang Sutera Dengan Suku Bunga 12 % (dalam jutaan rupiah)
Nilai dalam jutaan rupiah
Tahun 1



Tahun 2



Tahun 3



Tahun 4




Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Biaya pengembangan
-0,417
-0,417
-0,417
-0,417












Biaya invstasi
-1,448
-1,448
-1,448
-1,448












Biaya operasi




-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
-2,745
Biaya perawatan




-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
-0,390
Volume produksi




18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
Harga pokok produksi




-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
-1,6683
Biaya pokok produksi




-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
-30,029
Volume penjualan




18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
18
Harga pokok penjualan




1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
1,919
Pendapatan Penjualan




34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
34,542
Cash flow per-periode
-1,865
-1,865
-1,865
-1,865
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
1,3776
PV per-periode (i=12%/tahun)
-1,865
-1,8106
-1,7579
-1,7067
1,3776
1,3374
1,2985
1,2606
1,2239
1,1883
1,1537
1,1201
1,0875
1,0558
1,0251
0,9952
PV komulatif
-1,865
-3,6756
-5,4335
-7,1402
-5,7626
-4,4252
-3,1267
-1,8660
-0,6421
0,5462
1,6999
2,8200
3,9075
4,9633
5,9884
6,9836
NPV (Year-3)
2,8200

















No comments:

Post a Comment